Pengukuran Kualitas Ventilasi Dengan Sensor CO2

Belgia sudah mewajibkan pengukuran CO2 di tempat umum. [https://www.info-coronavirus.be/en/ventilation/]

Penelitian menganjurkan CO2 sebagai sarana mengukur resiko penularan COVID-19

Referensi

Mengecek versi CUDA di Windows 10

Mengecek versi CUDA di Windows 10

Pengecekan versi CUDA di Windows 10 dapat dilakukan dengan perintah “nvcc –version”

Berikut ini contoh pengecekan versi CUDA:

C:\Users\admin>nvcc --version
nvcc: NVIDIA (R) Cuda compiler driver
Copyright (c) 2005-2019 NVIDIA Corporation
Built on Sun_Jul_28_19:12:52_Pacific_Daylight_Time_2019
Cuda compilation tools, release 10.1, V10.1.243

C:\Users\admin>

Tampilan di atas menunjukkan versi CUDA adalah 10.1

Apa itu Chipageddon?

Apa itu Chipageddon?

Istilah ‘chipageddon’ diperkenalkan oleh orang yang biasa berkecimpung di industri mikroelektronika sebagai sebutan untuk masalah kekurangan pasokan mikrochip yang akhir-akhir ini (tahun 2020 ~ 2021) terjadi. Istilah ini adalah lakuran dari ‘microchip’ dan ‘armageddon

Istilah chipageddon ini memang agak berlebihan, karena armageddon kurang lebih artinya bencana besar di akhir zaman, sedangkan kekurangan pasokan microchip ini hanya menyebabkan kehidupan lebih repot, namun tidak sampai membuat kehidupan dunia berakhir.

Microchip adalah rangkaian elektronik yang digabungkan pada suatu keping kecil (‘chip’) bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor yang paling umum dipakai adalah silikon. Microchip dikenal juga sebagai sirkuit terpadu (‘Integrated Circuit‘) atau IC.

Mikrochip prosesor buatan Intel Core i5
Ilustrasi mikrochip prosesor buatan Intel

Referensi

Artikel terkait

Popular Augmentation Library

Popular Augmentation library:

Augly

Augly (https://github.com/facebookresearch/AugLy) and Albumentations (https://github.com/albumentations-team/albumentations)

Augly example

Albumentations

Albumentations example:

Albumentations example

References

Mengukur Kualitas Ventilasi Ruangan Dengan Sensor Debu

Kualitas ventilasi ruangan adalah salah satu faktor penting untuk mengurangi penularan COVID-19. Transmisi virus SARS-CoV-2 dapat melalui droplet maupun aerosol. Droplet dimensinya agak besar, sehingga terbangnya tidak terlalu jauh. Aerosol dapat terbang cukup jauh, sehingga jarak 2 meter tidak cukup aman.

Untuk mengurangi penularan maka udara di suatu ruangan harus sering diganti baru atau dibersihkan dengan filter.

Ukuran kualitas ventilasi yang sering dipakai ada 2 yaitu debit aliran udara per detik dan ACH (Air Changes per Hour).

Debit aliran udara yang dipakai adalah 10 liter per orang per detik. [1]

Angka ACH yang dipakai minimal adalah 4, kalau bisa mencapai 6 [2].

Pada artikel ini dibahas pengukuran ACH dengan sensor debu.

Prinsip Pengukuran

Virus bersifat sebagai aerosol. Aerosol disimulasikan dengan menggunakan kabut yang dibangkitkan dengan alat fog generator. Kabut ini akan meningkatkan jumlah debu dalam ruangan.

Keberadaan kabut dideteksi oleh sensor debu.

Ventilasi diaktifkan untuk mengganti udara dengan udara segar yang bersih tidak mengandung debu. Jika udara sudah berhasil diganti, maka angka debu di sensor akan turun kembali ke keadaan normal.

Peralatan

Peralatan yang diperlukan adalah sebagai berikut

  • Pembangkit kabut / fog generator
  • Alat ukur debu. Misalnya menggunakan sensor GP2Y10 yang dihubungkan ke mikroproser Arduino Nano. Detail pembuatan dibahas di artikel tersendiri.

 

Laptop , mikroprosesor Arduino Nano dan sensor debu GP2Y10
Laptop , mikroprosesor Arduino Nano dan sensor debu GP2Y10

 

Pembangkit kabut (fog generator) 400 watt
Pembangkit kabut (fog generator)

 

Alternatif lain menggunakan perangkat handheld particle counter. Alat ini lebih bagus/presisi, namun juga lebih mahal. Pada pengukuran ini tidak diperlukan angka absolut jumlah debu, jadi pakai sensor murah juga sudah cukup.

Handheld particle counter
Handheld particle counter

Prosedur pengukuran

  • Nyalakan sensor debu
  • Pastikan angka debu yang terukur stabil selama sekurang-kurangnya 10 menit. Angka ini akan dijadikan referensi keadaan ‘bersih’
  • Nyalakan fog generator untuk membuat kabut. Isi ruangan dengan kabut sampai cukup banyak
  • Tunggu sampai kabut hilang.
  • Hentikan pengukuran setelah kabut sudah tidak terlihat, atau sudah cukup lama
  • Lakukan analisis untuk menghitung berapa lama waktu yang diperlukan agar kabut hilang

 

Pembangkit kabut sedang bekerja membangkitkan kabut berwarna putih
Pembangkit kabut sedang bekerja

Berikut ini percobaan pengkabutan di laboratorium

Analisis

Berikut ini contoh grafik jumlah debu terhadap waktu.

Kurva jumlah debu terhadap waktu masih banyak noise nya sehingga agak sulit melakukan analisis. Berikut ini sinyal yang sama namun dengan filter supaya sinyal frekuensi tinggi dihilangkan.

Dari kurva tersebut nampak bahwa debu mulai masuk di t=200, dan sudah hilang di sekitar t=1000. Jadi perlu waktu 800 detik untuk mengganti udara yang berkabut sampai bersih dengan udara baru.

Nilai ACH = 60 x 60 / 800 = 4,5

Jadi ruangan ini dalam 1 jam dapat melakukan pergantian udara sebanyak 4,5 kali.

Referensi

  1. Roadmap to improve and ensure good indoor ventilation in the context of COVID-19.
    Geneva: World Health Organization; 2021, Halaman 12
  2. Preventing the Spread of COVID-19 By Circulating Air in Schools and Other Buildings, Rhode Island Department of Health
  3. Wikipedia: Aerosol
  4. How Brisbane Independent School Prevented Outbreaks of Covid-19, despite Omicron wave

 

 

Error Message from AMD Ryzen 5 5600X

A Ryzen 5 5600X processor produces the following error message:

kernel:[920812.434956] [Hardware Error]: Corrected error, no action required.
Message from syslogd@b550 at Jun  9 04:51:14 ...
 kernel:[920812.441570] [Hardware Error]: CPU:1 (19:21:0) MC15_STATUS[Over|CE|-|-|-|-|-|-|-]: 0xc04100a49b07c7cb
Message from syslogd@b550 at Jun  9 04:51:14 ...
 kernel:[920812.447096] [Hardware Error]: IPID: 0x0000000000000000
Message from syslogd@b550 at Jun  9 04:51:14 ...
 kernel:[920812.451923] [Hardware Error]: Microprocessor 5 Unit Ext. Error Code: 7, Instruction Cache Bank B ECC or parity error.
Message from syslogd@b550 at Jun  9 04:51:14 ...
 kernel:[920812.456683] [Hardware Error]: cache level: L3/GEN, tx: GEN

The computer continues working normally.

Melihat Daftar DNS Server di Ubuntu 20.04

Berikut ini perintah untuk mengetahui daftar DNS server yang dipakai oleh Ubuntu 20.04, dari command line:

systemd-resolve --status

Outputnya kurang lebih seperti ini:

Global
       LLMNR setting: no
MulticastDNS setting: no
  DNSOverTLS setting: no
      DNSSEC setting: no
    DNSSEC supported: no
          DNSSEC NTA: 10.in-addr.arpa
                      16.172.in-addr.arpa
                      168.192.in-addr.arpa
                      17.172.in-addr.arpa
                      18.172.in-addr.arpa
                      19.172.in-addr.arpa
                      20.172.in-addr.arpa
                      21.172.in-addr.arpa
                      22.172.in-addr.arpa
                      23.172.in-addr.arpa
                      24.172.in-addr.arpa
                      25.172.in-addr.arpa
                      26.172.in-addr.arpa
                      27.172.in-addr.arpa
                      28.172.in-addr.arpa
                      29.172.in-addr.arpa
                      30.172.in-addr.arpa
                      31.172.in-addr.arpa
                      corp
                      d.f.ip6.arpa
                      home
                      internal
                      intranet
                      lan
                      local
                      private
                      test

Link 2 (enp0s31f6)
      Current Scopes: DNS
DefaultRoute setting: yes
       LLMNR setting: yes
MulticastDNS setting: no
  DNSOverTLS setting: no
      DNSSEC setting: no
    DNSSEC supported: no
  Current DNS Server: 111.95.141.4
         DNS Servers: 202.73.99.2
                      118.136.64.5
                      111.95.141.4
          DNS Domain: domain.name

Sumber: https://askubuntu.com/questions/152593/command-line-to-list-dns-servers-used-by-my-system

Wheat Head Detection Resources

AICrowd Global Wheat Challenge 2021 Solutions

AICrowd: Global Wheat Challenge 2021 solutions:

Kaggle Global WHeat Detection 2020 Solution

Kaggle Global Wheat Detection 2020

1st place solution

https://www.kaggle.com/c/global-wheat-detection/discussion/172418

Summary

  • Custom mosaic data augmentation
  • MixUp
  • Heavy augmentation
  • Data cleaning
  • EfficientDet
  • Faster RCNN FPN
  • Ensemble multi-scale model: Weighted-Boxes-Fusion, special thank @zfturbo
  • Test time augmentation(HorizontalFlip, VerticalFlip, Rotate90)
  • Pseudo labeling

2nd Place Solution

Link: https://www.kaggle.com/c/global-wheat-detection/discussion/175961

Repository: https://github.com/liaopeiyuan/TransferDet

3rd Place Solution

Code repository https://github.com/ufownl/global-wheat-detection

  • YOLOv3 from GluonCV
  • Use Darknet53 backbone
  • Use WBF over TTA
  • Use pseudo-labeling technique

Dataset Repository

Papers on Dataset

Papers on Solutions

Papers on object detection

Papers on Out Of Domain

Code Solutions

Yolo5 was not eligible for 2020 Wheat Head Challenge, but it can be used in 2021 Wheat Head Challenge [discussion]

YoloV5 vs EfficientDet

Articles

Other Wheat Dataset

Links

Cara Upload File CSV ke Database MySQL Dengan Python

MySQL dilengkapi fitur load CSV, tapi  fitur ini susah untuk digunakan karena seringkali format data CSV tidak sesuai dengan yang diminta, ada tanda kutip, spasi, koma yang berantakan, dll. Untuk mengatasi hal ini, Python dapat membantu dengan cara memasukkan data dengan cara membaca file CSV baris per baris ke MySQL.

Penjelasan yang lebih jelas untuk menyambung Python ke MySQL dapat dilihat di sini

Ini adalah script untuk memasukkan data CSV ke MySQL dengan menggunakan teknik looping:

import mysql.connector
import csv

mydb = mysql.connector.connect(
  host="host",
  user="root",
  password="pass",
  database="data"
)

mycursor = mydb.cursor()
with open('daftar.csv', newline='') as csvfile:
    reader = csv.reader(csvfile, delimiter=',')
    for val in reader : 
       sql = "INSERT INTO `data`.`info` (`nama`, `data`, `nilai`) VALUES (%s,%s,%s)"  
        mycursor.execute(sql,val)

mydb.commit()
mydb.close()

Data CSV yang bernama daftar.csv pada contoh memiliki format seperti ini (tanpa header):

nama1 data1 nilai1
nama2 data2 nilai2
nama3 data3 nilai3